Minggu, 04 Mei 2014

Untuk kekasih terindahku…

Entah sejauh apa dan sedalam apa kesalahanku padamu,meski semua yang ku tahu hanya sebuah pembenaran untuk keputusanmu.hal yang membuat aku tetap berpandangan bahwa ini hal yang benar .Aku perempuan biasa,yang hanya mampu mencinta,bukan membahasakan sikapmu,sebab aku tidak benar benar mengerti bagaimana cara membaca hatimu,bukan aku tidak mampu memahamimu,tapi aku ingin selalu percaya padamu,pada senyumanmu,pada janjimu,pada hatimu,bukan mencari alasan dan pembenaran atas curigaku,aku ingin jadi yang terbaik untukmu,aku ingin menemanimu saat kau bersedih,aku ingin menjadi sandaranmu, aku ingin jadi yang selalu setia mendukung langkahmu,aku ingin  tersenyum dan ikut berbahagia saat kau berhasil menyelesaikan tugasmu dengan baik,aku ingin memasakkanmu masakan yang terbaik dengan tanganku sendiri,aku ingin menjadi seseorang yang kau percayakan untuk keinginanmu padaku.
Penjelasan itu tidak cukup membuat aku paham,aku hanya terus berprasangka bahwa kau sedang mempersiapkan kebahagiaan untukku.
Sayang,aku sangat merindukanmu,
Ketika kau membawaku ke pemandangan dan kita bercanda disana
Ketika kita duduk di atas laut dan menikmati indahnya bintang saat itu.
Ketika aku tertidur di pangkuanmu dan merasakan hangatnya dekapanmu ,
Ketika kau mempersiapkan kursi untuk aku tidur dan kau menjagaku di situ,
Ketika aku duduk menanti berharap kau datang meski saat itu ku sedang sendiri dan yang lain terlelap,dan terharunya aku ketika kau benar benar datang…
Aku sangat merindukan semua itu.
Aku sangat merindukan keberadaanmu di sisiku,tapi aku tidak bisa berbuat apa apa saat ini,
Ketika aku berada di tempat yang rumit,pada siapa aku akan bersandar menenangkan letihku,
Sedang harapanku hanya padamu,
Selalu dan selalu aku memintamu padaNya,dan aku yakini TakdirNya berpihak padaKu
Lagu cinta yag menjadi sountrack perjalanan cinta kita waktu itu,masih kah kau mendengarkannya di waktu kau merindukanku,
Bukan Cinta Biasanya Afgan,apakau masih merindukanku dengan syair lagu itu,sayang,cobalah pahami aku

Demi sebuah ketetapan hati,aku ingin kau tahu,bahwa aku tidak akan pernah berniat untuk menghilangkanmu dari sisiku,dari pikiranku,dari arah hidupku,dan perlu kau tahu,aku masih dan akan tetap bertahan pada janjimu
Maaf,bukan maksudku untuk memaksakan hatiku di hidupmu,
Sebab aku SANGAT INGIN ketika aku mati,aku mati sebagai istri dari seorang……..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar