Minggu, 04 Mei 2014

Dari bawah pintu langit, bercerita tentang hati

Allah..
aku tengah tertidur menghadap langit, melepas nyawa letih yang berkelana sepi. Udara malam gemulai membasuh helaian rambutku, dikatakannya, lirik lagu paling menyentuh kala itu. Hingga malam ini, masih jua lekat disini...
Allah...
Langkahku tiba-tiba memberat. Sesuatu membingungkanku, aku masih belum memahami seutuhnya, semuanya, mengapa biru memar di dekat hatiku menghiaskan butiran ragu, penuh memenuhinya, tolong aku Allah, jangan pernah lepaskan jemariku walau kakiku melambat....
Allah..
Bentuk harapan itu seperti apa? bagaimana aku dapat menjadikannya nyata? beri tahu aku, biar aku mengerti, dedaunan mulai semi, tapi hijaunya kerap bersembunyi. Kumohon jangan gugurkan, walau angin menerpa tanpa kendali. Biarkan hijaunya menyejukkan, menjadikannya nyata ada, sampai usia merapuhkan rantingnya, sampai di batas yang indah....
Allah..
di bawah langit malam ini, izinkan aku terlelap dalam mimpi yang indah. Aku ingin merasakan dicinta dengan rangkaian kisah tulus yang utuh, sebentar saja, aku ingin seperti mereka, biarkan kurasakan tenangnya, manisnya, harunya, tulusnya...
Allah, jadikan senyumku terhampar di sepanjang esok, aku ingin menjadi yang terindah, meski tak terpancar remah...
Allah.....T_T


terpejam mengaitkan sayap-sayap mimpi
bersama lantunan lagu
September Band, Bintang Hatiku

Tidak ada komentar:

Posting Komentar