Allah..
aku tengah tertidur menghadap langit, melepas nyawa letih yang
berkelana sepi. Udara malam gemulai membasuh helaian rambutku,
dikatakannya, lirik lagu paling menyentuh kala itu. Hingga malam ini,
masih jua lekat disini...
Allah...
Langkahku tiba-tiba memberat. Sesuatu membingungkanku, aku masih
belum memahami seutuhnya, semuanya, mengapa biru memar di dekat hatiku
menghiaskan butiran ragu, penuh memenuhinya, tolong aku Allah, jangan
pernah lepaskan jemariku walau kakiku melambat....
Allah..
Bentuk harapan itu seperti apa? bagaimana aku dapat menjadikannya
nyata? beri tahu aku, biar aku mengerti, dedaunan mulai semi, tapi
hijaunya kerap bersembunyi. Kumohon jangan gugurkan, walau angin menerpa
tanpa kendali. Biarkan hijaunya menyejukkan, menjadikannya nyata ada,
sampai usia merapuhkan rantingnya, sampai di batas yang indah....
Allah..
di bawah langit malam ini, izinkan aku terlelap dalam mimpi yang
indah. Aku ingin merasakan dicinta dengan rangkaian kisah tulus yang
utuh, sebentar saja, aku ingin seperti mereka, biarkan kurasakan
tenangnya, manisnya, harunya, tulusnya...
Allah, jadikan senyumku terhampar di sepanjang esok, aku ingin menjadi yang terindah, meski tak terpancar remah...
Allah.....T_T
terpejam mengaitkan sayap-sayap mimpi
bersama lantunan lagu
September Band, Bintang Hatiku
Tidak ada komentar:
Posting Komentar